tab

Rabu, 20 November 2013

MATERI:PEMBUATAN BEBERAPA UNSUR NONLOGAM DAN SENYAWANYA

1.      Karbon dan Senyawa Karbon
Grafit, intan, fuleren, dan karbon amorf adalah aloptrop karbon. Biasanya atom karbon membentuk empat ikatan dengan menggunakan empat elektron valensi yang dimilikinya.

a.           Grafit

Grafit berstruktur lapisan yang terdiri atas cincin atom karbon beranggotakan 6 yang mirip cincin benzen yang terkondensasi tanpa atom hidrogen (Gambar 4.4). Jarak karbon-karbon dalam lapisan adalah 142 pm dan ikatannya memiliki karakter ikatan rangkap analog dengan senyawa aromatik. Karena jarak antar lapisan adalah 335 pm dan lapis-lapis tersebut diikat oleh ikatan yang relatif lemah yakni gaya van der Waals, lapisan-lapisan ini dengan mudah akan saling menggelincir bila dikenai gaya. Hal inilah yang merupakan asal mula sifat lubrikasi grafit. Berbagai molekul, seperti logam alkali, halogen, halida logam, dan senyawa organik dapat menginterkalasi lapisan grafit dan membentuk senyawa interkalasi. Grafit memiliki sifat semi-logam, konduktivitasnya (10-3Ω cm paralel dengan lapisan dan hantarannya sekitar 100 kali lebih kecil dalam arah tegak lurus lapisan).
Dalam kehidupan sehari grafit digunakan sebagai anode dalam baterai, pensil, bahan kosmetik, bahan pelumas, dan komponen pembuatan komposit.

            b. Intan
Strukturnya disebut struktur intan (Gambar 4.5). Sel satuan intan terdiri atas 8 atom karbon dan setiap atom karbon berkoordinasi 4 berbentuk tetrahedral. Intan adalah zat terkeras yang dikenal, dengan kekerasan 10 Mhos. Intan dengan hantaran panas sangat tinggi walaupun secara listrik bersifat insulator. Walaupun dulunya sumber padatan yang berharga ini hanya yang terbentuk secara alami, intan industrial kini secara komersial banyak dihasilkan dengan proses pada suhu tinggi (1200o C atau lebih tinggi) dan tekanan tinggi (5 GPa atau lebih) dari grafit dengan katalis logam. Akhir-akhir ini, lapis tipis intan telah dibuat dengan pirolisis hidrokarbon pada suhu relatif rendah (sekitar 900oC) dan tekanan yang juga relatif rendah (sekitar 102 Pa), dan digunakan untuk penggunaan sebagai pelapis, dsb.
Dalam kehidupan sehari-hari. intan biasanya digunakan untuk perhiasan, pemotong kaca gerindra, dan mata bor, bubuk intan digunakan sebagai ampelas, dan untuk memoles benda yang sangat keras.



c.       Fuleren
Fuleren adalah nama generik untuk alotrop karbon 3 dimensi, dengan molekul C60 yang berbentuk bola sepak merupakan contoh khas (Gambar 4.6). R. E. Smalley, H. W. Kroto dkk mendeteksi C60 dalam spektrum massa produk pemanasan grafit dengan laser pada tahun 1985, dan isolasi fuleren dari apa yang disebut jelaga “soot” dilaporkan pada 1991. Strukturnya adalah ikosahedral terpancung (di sudut-sudutnya) dan antar atom karbonnya ada karakter ikatan rangkap. Fuleren larut dalam pelarut organik, dalam benzen larutannya bewarna ungu. Biasanya, fuleren diisolasi dan dimurnikan dengan kromatografi. Berbagai riset dalam kereaktifan dan sifat fisik fuleren misalnya sifat superkonduktornya sangat populer. Selain C60, C70 dan karbon nanotube kini juga menarik banyak minat riset.
Penggunaan dullerene terutama di bidang nanoteknologi, yaitu sebagai penahan panas dan sebagai superkonduktor. Contoh: K3C60 yang didinginkan pada suhu 18K.


d.      Kabon monoksida(CO)
Karbon monoksida (CO) lebih di kenal karena sifatnya yang beracun dari pada kegunaannya. Gas ini dapat berikat denga haemoglobin dalam darah sehingga menghalangi fungsi utama darah sebagai pengakut oksigen. Gas CO tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa Karbon monoksida di udara berasa dari pembakaran tak sempurna dalam mesin kendaraan bermotor dan industri. Udara bersih praktis mengandung CO.
Berikut ini di berikan beberapa penggunaan CO
1.      Sebagai reduktor pada pengolahan berbagaijenis logam misalnya besi.
2.      Sebagai bahan baku untuk membuat methanol.
3.      Merupakan komponen dari berbagai jenis bahan baker gas,seperti gas air dan gas kokas.

e.       Karbon dioksida (CO­­­2)
Berbeda dengan CO, gas CO2 tidak beracun.Akan tetapi ,jika kadarnya terlalu besar (10-20%) dapat membuat orang pingsan dan merusak system pernapasan. Karbon dioksida terdapat di udara dengan kadar sekitar 0,035%. Di dalam air karbon dioksida lebih mudah larut dalam air laut karena air laut sedikit bersifat basa, sedangkan CO2 bersifat asam.
Beberapa penggunaan komersial karbon dioksida adalah sebagai berikut.
1.      Karbon dioksida padat yang di sebut es kering (dry ice) di gunakan sebagai pendingin (Karbon dioksida cair hanya terdapat pada tekanan lebih besar dari 5,3 atm).
2.      Untuk memadamkan kebakaran. Tabung pemadaman kebakaran berisi CO2 cair dengan tekanan sekitar 60 atm.
3.      Untuk membuat minuman ringan (soft drink). Minuman seperti air soda, limun, dan lain-lain, mengandung CO2 yang memberi rasa menyegarkan.

1.      Silikon dan Senyawa Silikon
a.       Silikon (Si)
Silikon dibuat dari campuran Silika dan Kokas yang dipanaskan dalam suatu tanur suhu 3000oC dengan Kokas sebagai reduktor.
SiO2(l) + C(s) à Si(l) + 2CO(g)
Silikon ultramurni dibuat dari reaksi silikon biasa dengan klorin membentuk SiCl4 dan di reduksi dengan gas H2.
SiCl4(g) + 2H(g) à Si(s) + 4HCl(g)
b.      Senyawa Silikon
Silikon banyak digunakan untuk membuat chip komputer, transisitor, dan sel surya. Senyawa silikon berupa silika dan silikat digunakan untuk membuat gelas, keramik, porselen, dan semen. Karborundum (SiC) digunakan untuk ampelas dan pelindung untuk pesawat ulang-alik terhadap suhu tinggi (1600oC). Silika gel digunakan sebagai pengering dalam berbagai macam produk. Natrium silikat (Na2SiO3) digunakan untuk mengawetkan telur, sebagai perekat, dan filler pada detergen.
Dampak negatif unsur dan senyawa silicon
1.      Unsur Si dalam bentuk bubuk mudah terbakar.
2.      SiCl4 beracun bila terhisap.
3.      SiH4 mudah terbakar diudara.

2.      Nitrogen dan Senyawa Nitrogen
a.    Nitrogen.
Udara yang mengandung nitrogen mengalami proses pencairan udara, sehingga udara cair hanya mengandung argon, nitrogen, dan oksigen. Gas-gas tersebut dipisahkan melalui distilasi bertingkat dan didapatkan nitrogen berupa gas paling atas pada distilasi.
 Penggunaan Nitrogen.
1.      Untuk membuat Amonia (NH3)
2.      Untuk membuat atmosfer inert dalam industri makanan kemasan agar memperpanjang masa penggunaannya.
3.      Nitrogen cair digunakan sebagai pendingin.
Dampak Negatif Unsur dan Senyawa Nitrogen
1.      Unsur N mudah terbakar dan dapat mengakibatkan hujan asam.
2.      NO2 mengakibatkan keracunan bila terhisap.
3.      NO menyebabkan keracunan dan iritasi.

b.   Amonia (NH3)
Amonia dibuat menurut proses Haber-Bosch dari gas Nitrogen dan Hidrogen.
N2(g)    +   3H2(g) à 2NH3(g)
Reaksi berlangsung pada suhu 550oC dengan katalisator campuran serbuk besi, Al2O3, MgO, CaO, dan K2O.
Amonia dapat dibuat dilabolatorium dari reaksi garam amonium (NH4Cl, (NH4)2SO4). Dengan basa kuat (NaOH, Ca(OH)2).
(NH4)2SO4   +   Ca(OH)2 à CaSO4   +   2NH3   +   2H2O.
Penggunaan Amonia:
1.     Bahan baku pada industri pupuk urea (CO(NH2)2) dan ZA ((NH4)2SO4).
2.     Sebagai pendingin pada pabrik-pabrik Es.
3.    Membuat senyawa Nitrogen (NH4Cl, HNO3, dan NH4NO3)
4.    Unsur membuat hidrazin (N2H4).

c.    Asam Nitrat
Asam nitrat adalah asam kuat yang bersifat korosif dan beracun dan terurai menjadi ion H+ dan ion NO3- dalam air, persamaan reaksinya.
Asam nitrat biasa memiliki konsentrasi 68%. Larutan HNO3 dengan konsentrasi diatas 86% disebut sebagai asam nitrat berasap. Asam nitrat murni merupakan suatu cairan tidak berwarna yang dapat berubah menjadi merah kekuningan karena adanya oksida nitrogen terlarut dan berwarna merah pada suhu tinggi. HNO3 menjadi padatan putih berwarna pada suhu dibawah -41°C dan mendidih pada 83°C.
Asam nitrat merupakan oksidator yang kuat sehingga penanganannya harus berhati-hati. Bila mengenai anggota tubuh segera dicuci dengan air yang mengalir.
Campuran antara asam klorida pekat dan asam nitrat pekat dengan perbandingan 3:1 (misalnya 3 mL HCl dengan 1 mL HNO3 atau 3L HCl dengan 1 L HNO3) disebut aqua regia atau air raja karena dapat melarutkan logam mulia seperti emas dan platina. Aqua regia sangat tidak stabil, oleh sebab itu aqua regia baru dibuat ketika akan digunakan.
Asam nitrat merupakan oksidator yang kuat yang mudah melepaskan oksigen sehingga penyimpanannya harus ditempat tersendiri dan hindari bahan-bahan organik yang umumnya mudah terbakar. Dalam reaksi kimia bila konsentrasi tinggi, HNO3 tereduksi menjadi NO2sedangkan pada konsentrasi rendah tereduksi menjadi NO.
1.    Asam nitrat digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai bahan peledak, diantaranya trinitrotoluena atau TNT.
2.    Digunakan pula dalam proses pemurnian logam. Sebagai contoh platina, emas dan perak.
3.    HNO3 digunakan dalam proses desain barang-barang berbahan tembaga, perunggu dan kuningan.
4.    HNO3 digunakan pula untuk menghilangkan atau membersihkan peralatan proses dari kerak kalsium dan magnesium yang menempel di dalamnya.

3.      Fosforus dan Senyawa Fosforus
a.       Fosforus
Dalam tubuh manusia terdapat fosforus di antaranya nukleat yaitu DNA dan RNA yaitu senyawa yang bertanggung jawab dalam sintesis protein dan sifat genetik, senyawa yang berperan dalam pertukaran energi dalam sel, serta kalsium fosfat senyawa utama penyusun matriks tulang.
Unsur fosforus mepunyai beberapa bentuk alotropi (bentuk), yaitu fosforus putih dan fosforus merah. Fosforus putih berupa zat padat seperti liln berwarna putih, mencair pada 44 °C dan mendidih pada 280 °C. Fosforus putih sangat reaktif, terbakar sendiri bila tercampur dengan udara beracun, dan bercahaya dalam gelap. Fosforus merah juga merupakan zat padat lebih padat daripada fosforus putih, dan berwarna merah. Fosforus merah juga tidak terbakar jika bercampur udara kecuali dipanaskan hingga suhu 2500 °C, tidak bersifat racun dan tidak bercahaya dalam gelap. Fosforus putih dibuat dengan memanaskan batuan fosfat, pasir dan kokas. Fosforus merah dibuat dengan memanaskan fosfor putih pada suhu 2400 °C dalam atmosfir inert.
P4 +5O2 à P4O10
P4O10 + 6H2à 4H3PO4
Penggunaan fosforus
a.   Sebagian besar fosforus putih digunakan untuk membuat asam phospat.
b.   Fosforus merah digunakan untuk membuat korek api jenis safety matches,  yaitu korek api biasa. Ada jenis korek api lain yang dapat dinyalakan di sembarang tempat asal kering dan sedikit kasar.
c.   Pembuatan aliase perunggu tertentu, campuran untuk bom asap, dan untuk membuat senyawa fosforus.

b.      Asam Fosfat
Asam Fosfat berupa cairan kental tak berwarna dan mudah larut dalam air. Secara komersial, asam fosfat dibuat dari reaksi batuan fosfat dengan asam sulfat.
 Ca3(PO4)2 + 3H2SO4 + 6H2O à 2H3PO4 + 3CaSO4.2H2O
Asam Fosfat digunakan untuk membuat pupuk super fosfat juga untuk membuat bahan penunjang dalam deterjen, bahan pembersih lantai, insektisida dan makanan hewan.

c.       Pupuk Super Fosfat
Fosforus termasuk unsur makro, yaitu unsur yang diperlukan tumbuhan dalam jumlah besar. Sementara itu, fosforus di alam terutama terdapat sebagai batuan fosfat yang tidak larut dalam air sehingga tidak dapat diserap tumbuhan. Oleh karena itu, batuan fosfat direaksikan dengan asam sulfat atau asam fosfat, dimana batuan fosfat diubah menjadi kalsium dihidrogenfosfat atau kalsium fosfat primer [Ca(H2PO4)2] yang larut air.
             Ca3(PO4)2 + 2H2SO4 à 2CaSO4 + Ca(H2PO4)2
            Ca3(PO4)2 + 4H3PO4 à 3Ca(H2PO4)2
Pupuk yang mengandung senyawa Ca(H2PO4)2 disebut pupuk Super Fosfat karena mudah larut dalam air. Selain superfosfat, senyawa lain yang digunakan sebagai pupuk fosfat adalah ammonium fosfat sekunder, (NH4)2HPO4.

d.   Natrium Tri Fosfat (Na5P3O10)
Senyawa ini digunakan untuk bahan penunjang dalam detergen, yaitu untuk mengikat ion-ion kalsium / magnesium dari air sadah sehingga tidak mengganggu (mengendapkan) detergen. Salah satu akibat dari penggunaan senyawa fosfat ini adalah pencemaran air karena akan menyuburkan pertumbuhan eceng gondok dan 18 ganggang. Bila masa tumbuhan ini mati, reaksi pembusukannya akan menghabiskan oksigen terlarut sehingga kehidupan binatang air tidak dimungkinkan.

4.      Oksigen dan Ozon
a.       Oksigen (O2)
Oksigen Dioksigen, O2, adalah gas tak berwarna dan tak berbau (bp -183.0 oC) menempati 21% udara (% volume).  Karena atom oksigen juga komponen utama air dan batuan, oksigen adalah unsur yang paling melimpah di kerak bumi.  Walaupun unsur ini melimpah, oksigen dibuktikan sebagai unsur baru di abad ke-18.  Karena kini sejumlah besar oksigen digunakan untuk produksi baja, oksigen dipisahkan dalam jumlah besar dari udara yang dicairkan. 

b.      Ozon (O3)
Ozon, O3, adalah alotrop oksigen dan merupakan gas tak stabil dengan bau yang mengiritasi.  Ozon adalah molekul bengkok terdiri dari tiga atom (bersudut 117o) dan memiliki kereaktifan yang unik. Akhir-akhir ini ozon diketahui memiliki peran yang sangat penting dalam menyaring radiasi ultraviolet dari matahari yang membahayakan, dan memegang peranan penting dalam melindungi kehidupan di bumi dari kerusakan fotokimia. Kini jelas bahwa khlorofluorokarbon, yang sering digunakan sebagai refrigeran atau sebagai pembersih komponen elektronik, juga merusak lapisan ozon, dan aksi yang sesuai telah dilakukan dalam skala global untuk menanggulangi masalah lingkungan yang serius ini.

5.      Belerang dan Senyawa Belerang
a.       Belerang (S)
Deposit belerang dicairkan dengan mengalirkan air super panas. Belerang cair dipaksa keluar dengan memompakan udara panas, dan dibiarkan membeku. Selain itu, belerang berasal dari hasil desulfurisasi minyak bumi.
Penggunaan belerang adalah untuk pembuatan asam sulfat dan vulkanisasi karet pada industri ban kendaraan.
Dampak Negatif Unsur dan Senyawa Belerang:
1.       Unsur S mudah terbakar dan meledak.
2.       H2S beracun bahkan menyebabkan kematian.
3.       H2SO4 menyebabkan korosi dan luka bakar.

b.      Asam Sulfat (H2SO4)
Pembuatan asam sulfat ada 2 jenis yaitu dengan proses kamar timbal dan proses kontrak.
·         Pembuatan H2SO4 dengan proses kamar timbal (bilik menggunakan ruang reaktor dengan dinding timbal (Pb)). Proses pembakaran belerang dan direaksikan dengan NO2.
2S  +   2O2    à   2SO2
2SO2   +   2NO2   à   2SO3   +   2NO
Gas SO3 dikamar timbal direaksikan dengan air membentuk H2SO4.
SO3   +   H2O   à  H2SO4
·         Pembakaran H2SO4 dengan proses kontak merupakan  sintesis belerang menjadi H2SO4dengan katalis V2O5.
S   +   O2   à   SO2
2SO2   +   O2 à  2SO3
Gas SO3 dilarutkan dalam H2SO4 pekat.
SO3   +   H2S4 à  H2S2O7.
Kemudian diencerkan dengan air untuk memperoleh H2SO4 dengan kadar 90-99 persen.
H2S2O7   +   H2O  à 2H2SO4
Produksi H2SO4 dengan proses kontak paling banyak digunakan dan menguntungkan.
Asam sulfat digunakan untuk industry pupuk dan detergen, membersihkan permukaan logam dalam electroplating, industri zat warna, bahan peledak, obat-obatan, pemurnian minyak bumi, dan untuk pengisi aki.

6.      Halogen dan Senyawa Halogen
a.       Fluorin dan Senyawa Fluorin
Fluor yang juga dikenal dengan nama fluorin merupakan unsur kimia yang berupa gas pada suhu kamar (25oC), bewarna kuning kehijauan dan merupakan insur yang sangat reaktif juga dilambangkan dengan huruf F. Letaknya dalam tabel periodik adalah pada golongan VIIA dan periode 2, jadi dapat dikatakan bahwa terdapat pada kelompok unsur halogen. Nomor atomnya adalah 9, dengan massa atom relatifnya adalah 19 gr/mol. Titik leburnya adalah pada suhu -219,6oC, sedangkan titik didihnya adalah pada suhu -188,13oC. Flour merupakan unsur nonlogam yang paling elektronegatif, oleh sebab itu juga merupakan unsur yang paling reaktif. Jika didekatkan dengan bahan-bahan yang terbuat dari minyak dan gas maka akan dapat menimbulkan api. Fluor bersifat racun, korosif dan sangat berbau. Fluor pertama kali diisolasi oleh ilmuwan prancis yang bernama henri Moissan pada tahun 1886. Nama fluor pertama kali diambil dari kata fluo yang berarti mengalir dalam bahasa Latin. Fluor sangat reaktif sehingga jarang ditemukan dalam keadaan bebas, fluor biasa dijumpai berikatan dengan unsur atau senyawa lain, sehingga biasanya berbentuk dalam senyawa seperti fluorit , kriolit, dan apatit. Fluor yang berikatan dengan oksigen akan membentuk senyawa fluorida, yang terdapat dalam mineral yang terlarut dalam air sungai dan air laut.
Proses Pembuatan Fluor
Untuk mendapat unsur fluor yang murni sangat sulit, hal ini dikarenakan unsur flour ini adalah unsure yang bebas dan sangat reaktif. Namun tetap saja gas fluor dapat dibuat dengan cara elektrolisis dari leburan garam kalium florida (KF), dan asam flourida (HF). Sedangkan untuk memperoleh fluor cair dapat dilakukan dengan cara melewatkan gas fluor tersebut melalui sebuah tabung logam atau karet yang dikelilingi oleh udara cair. Asam hirofluorida juga dapat diperoleh dari pengolahan fluorit dengan asam belerang dan dipakai untuk mengelektrolitkan gas fluor.
             SiO2 + 4HF à SiF4 + 2H2O
NaSiO3 + 6HF à 2NaF + SiF4 + 3H2O
Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari unsur ini, diantaranya adalah pada:
Pada senyawa Klorofluorokarbon (CFC)
Senyawa klorofluorokarbon atau yang lebih dikenal denagn nama Freon ini, berupa cair ataupun gas dan tidak berbau ataupun beracun. Senyawa ini sering digunakan sebagai pendorong dalam produk penyemprot aerosol dan juga sering digunakan dalam pendingin pada lemari es atau pada AC. Namun sekarang ini penelitian membuktikan bahwa senyawa ini dapat merusak lapisan ozon (O3) di atmosfer, sehingga pengunaannya makin di kurangi.
Pada senyawa Politetra Flouretena (Teflon)
Politetra Flouretena adalah salah satu senyawa fluor dalam ikatan plastik yang lebih sering disebut sebagai teflon. Senyawa ini banyak digunakan pada industri automobil dan dapat digunakan sebagai pelapis pada bagian dalam panci dan sebagai peralatan masak lainnya.
selain itu organik fluor juga banyak berguna seperti pada cairan hidrokarbon yang mengandung fluor yang merupakan turunan dari petroleum yang dimanfaatkan dalam sebagai minyak pelumas yang sangat stabil. Selain itu senyawa Uranium heksafluorida berguna dalam proses difusi gas untuk bahan bakar pada reaktor nuklir atau bom atom. Asam hidrofluorida juga dapat digunakan untuk melukis kaca. Pemakaian senyawa fluor dalam kuantitas kecil, dapat membantu kerusakan pada gigi, oleh karena itu banyak pasta gigi yang ditambahkan senyawa ini. Namun apabila senyawa ini digunakan terlalu banyak maka dapat menyebabkan kerusakan pada email gigi.

b.      Klorin dan Senyawa Klorin
Dalam labolatorium klorin dibuat dengan mengoksidasi ion klorida dalam larutan asam dengan oksidator kuat seperti mangan dioksida (MNO2), atau kalium permanganat (KMNO4).
2NaCl   à   2Na   +   Cl2
2Na+   +   2Cl-   +   2H2O  à   2Na+   +   2OH-    +   Cl2   +   H2
Kegunaan klorin dan senyawa klorin.
a.   Klorin digunakan untuk klorinasi hidrokarbon sebagai bahan baku industri plastik serta karet sintetik, pembuatan CCl4, dan C2H5Cl. Klorin juga digunakan untuk bahan TEL(suatu bahan aditif pada bensin).
b.   Natrium Klorida (NaCl) adalah senyawa klorin yang paling banyak kegunaannya terutama sebagai garam dapur.
c.   Hidro Karbon Klorida (HCl) adalah asam halida yang digunakan untuk membersihkan permukaan logam dari karat pada proses elektoplating dan juga untuk menetralkan sifat basa pada berbagai proses.
Pembuatan dan manfaat klorin.
Reaksi kapur klor dengan asam sulfat: CaOCl2   +   H2SO4   à   CaSO4   +   Cl  +   H2O
Oksidasi Cl- : MnO2   +   2H2SO4   +   2NaCl   à    MnSO4   +   Na2SO4   +  2H2O   +   Cl
Manfaat klorin.
a.   Untuk klorinasi hidrokarbon bahan baku industri plastik.
b.   Untuk pembuatan tetraklormetana.
c.   Pembuatan etil klorida (C2H5Cl).
d.   Sebagai bahan desinfektan dalam air minum.
e.   Sebagai pemutih pada industry kertas dan pulp.

c.       Bromine (Br)
Meskipun bromine hanya ada dalam konsentrasi yang rendah dalam air laut, namun bromine dapat diperoleh dari hasil oksidasi ion Br- oleh klorin.
2Br  +   Cl2    à    Br2   +   2Cl-
Udara kemudian dialirkan ke air dan uap bromin. Udara didinginkan sehingga Br2terkondensasi menjadi cairan. Dalam labolatorium, bromin dapat dibuat dengan oksidasi garam bromida oleh MnO2 dalam larutan asam.

d.      Iodin dan Senyawa Iodin
Iodin adalah unsur non logam yang pada suhu kamar berupa zat padat yang berwarna hitam dan mudah menyublim. Uap iodin berwarna ungu. Iodin tergolong unsur halogen (VII A).
Satu-satunya tambang iodin di tanah air adalah simir iodin yang dikelola kimia farma yang terdapat di Watu Dakon, Jawa timur. Akan tetapi sumber ini hampir habis di eksploitasi. Penggunaaan unsur ini terutama untuk membuat obat.
Larutan iodin dalam alkohol dikenal sebagai iodin tinktur, digunakan sebagai bahan antiseptik. Iodin unsur juga digunakan dalam analisisi kimia untuk menunjukkan amilum. Yang berwarna ungu.
Salah satu senyawa iodin yang terpenting adalah NaI atau NaIO3 yang dicampurkan ke dalam garam dapur yang bermanfaat untuk mengatasi kekurangan iodin dalam tubuh. Kekurangan iodin dalam tubuh dapat menyebabkan gondok dan keterbelakangan mental. Perak iodida digunakan untuk membuat film atau kertas fotografi karena senyawa perak Iodida mudah terurai jika kena sinar.

e.       Pembuatan Halogen di Laboratorium
Di laboratorium, zat-zat kimia dibuat dalam jumlah seperlunya untuk digunakan eksperimen/praktikum dengan cara yang cepat dan alat yang sederhana. Klorin, bromin, dan iodine dapat dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau KMnO2 dalam lingkungan asam. Senyawa halide dicampurkan dengan MnO2 atau KMnO2ditambahkan H2SO4 pekat, kemudian dipanaskan. Reaksi yang berlangsung secara umum :
2X- + MnO2 + 4H+ → X2 + Mn2+ + 2H2O
10X- + 2MnO4- + 16H+ → 5X2 + 2Mn2+ + 8H2O
Senyawa klorin juga dapat dibuat dalam skala labooratorium dengan cara :
Proses Weldon
Dengan memanaskan campuran MnO2, H2SO4, dan NaCl
Reaksi : MnO2 + 2H2SO4 + 2 NaCl → Na2SO4 + MnSO4 + H2O + Cl2
Mereaksikan CaOCl2 dan H2SO4
CaOCl2 + H2SO4 → CaSO4 + H2O + Cl2
Mereaksikan  KMnOdan HCl
KMnO+ HCl → 2KCl + MnCl2 + 8H2O + 5Cl2

Sifat oksidator bromin yang tidak terlalu kuat. Dalam proses industri, bromine dibuat dengan cara mengalirkan gas klorin ke dalam larutan bromide.
Reaksi : Cl2 + 2Br- → Br2 +2Cl-
Dalam skala laboratorium, bromin dibuat dengan cara :
Mencampurkan CaOCl2, H2SO4, dengan bromida.
CaOCl2 + H2SO4 → CaSO4 + H2O + Cl2
Cl2 + 2Br- → Br2 + 2Cl-
Mencampurkan KMnO4 dan HBr pekat.
Mencampurkan bromide, H2SO4, dan MnO­2.

Unsur iodine dapat dibuat dengan cara.
Dengan mereaksikan NaIO3 dan natrium bisilfit.
2NaIO3 + 5N4H2SO3 → 3NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I2
Dalam skala laboratorium pembuatan iodin analog dengan pembuatan bromin, hanya saja bromida diganti dengan iodida.
Senyawa HF dan HCl dapat dibuat juga di laboratorium dengan mereaksikan garam halide (NaF dan CaCl2) dengan asam sulfat pekat dan dipanaskan sesuai dengan persamaan reaksiberikut :
2NaF + H2SO4 → Na2SO4 + 2HF
CaCl2 + H2SO4 → CaSO4 +2HC

Senyawa HI dan HBr tidak dapat dibuat seperti itu karena Br- atau I- akan dioksidasi oleh H2SO4.
2NaBr + H2SO4 → Na2SO3 + Br2 + H2O
MgI2 + H2SO4 → MgSO3 + I­2 + H2O
HBr dan HI biasanya dibuat dengan pereaksi H3PO4.
3NaBr +H3PO4 → Na3PO4 + 3HBr
3MgI2 + 2H3PO4 → Mg3(PO4)2 + 6HI

1 komentar: